Pedulikah Kita dengan Pembangunan Islam ?

05/08/2020

Tempat Ibadah merupakan bagian vital dari kehidupan Masyarakat Indonesia. Dikarenakan pentingnya peran tempat ibadah, banyak kegiatan keagamaan, kemasyarakatan, bahkan tak sedikit konflik etnis maupun agama yang disebabkan diganggu/diusiknya salah satu tempat Ibadah. Sebagai negara yang memiliki penduduk mayoritas agama Islam, merupakan suatu kewajaran apabila ditemukan banyak masjid di negara ini. Banyaknya kebutuhan jumlah masjid tersebut juga selaras dengan jumlah dana yang harus dikeluarkan.

Beberapa waktu yang lalu, penulis menemukan fenomena dimana ta'mir masjid tertentu "mengemis" guna pembangunan masjid. Kegiatan tersebut dilakukan di berbagai tempat, baik di lampu merah, dalam bus AKDP, di depan masjid yang sedang dibangun, ataupun dari rumah ke rumah. Aktivitas "mengemis" tersebut juga dilakukan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, bapak-bapak dan ibu-ibu, hingga mereka yang sudah lanjut usia. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan pada diri penulis, "Benarkah umat Muslim Semiskin dan Se-tidak peduli itu terhadap pembangunan rumah ibadahnya sendiri?"

Mungkin jika saya boleh membandingkan, saya tidak pernah sekalipun menemukan pembangunan tempat ibadah lain seperti Gereja, Pura, Vihara atau bahkan Klenteng yang diiringi dengan fenomena diatas. Pada masa pembangunan tempat ibadah yang lain, kepedulian antara-mereka sangat tinggi sehingga sangat kecil permasalahan keuangan yang hadir semasa pembangunan tempat ibadah.

Kasus ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua, sudahkah kita peduli dengan pembangunan dan dakwah islam di lingkungan sekitar kita? Bulan Ramadhan ini seharusnya dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk menyisihkan sedikit harta kita serta memberikan bantuan dalam pembangunan masjid yang ada. Pada bulan ini tentunya semua amal ibadah dilipatgandakan oleh Allah Swt. dan agar umat islam tidak lagi di-cap sebagai "pengemis" untuk membangun rumah ibadahnya. (Amirunnaufal)